| Sumber Foto: Republika.co.id |
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan dalam 1 minggu terakhir kelihatan tren kasus konfirmasi harian Covid-19 menyatakan penurunan terhadap puncak kasus varian Omicron yg setelah melampaui kasus varian Delta, yakni terhadap atas 56.000. Namun, buat memastikan Indonesia telah melewati puncak kasus gelombang ketiga tetap menunggu perkembangan kian lanjut.
“Prediksi kami minggu keempat sambil memonitor perkembangan kasus kian lanjut. Kita melihat selama 1 minggu terakhir ini hampir semua provinsi terutama Jawa-Bali telah melewati puncak kasus & telah kelihatan ada penurunannya,” kata Nadia menjawab pertanyaan Beritasatu.com sementara memberikan keterangan pers tentang "Update Perkembangan Covid-19 terhadap Indonesia" bersama cara virtual, Selasa (22/2/2022).
Selain provinsi terhadap Jawa-Bali, Nadia menuturkan ada beberapa provinsi terhadap luar Jawa-Bali telah mencapai puncak kasus & telah mulai terjadi penurunan kasus harian Covid-19 yg sangat signifikan.
Sementara itu, kondisi perawatan rumah sakit harian bersama cara nasional tetap terhadap angka cukup stabil. Jumlah pasien Covid-19 terhadap rawat terhadap rumah sakit ini cenderung landai bersama cara nasional, keterangan per Selasa (22/2/2022) jumlah pasien dirawat sebanyak 37.638 orang / 38% terhadap total tempat tidur nasional tersedia sebanyak 98.661.
Adapun keterisian tempat tidur isolasi 39% / 34.841 terhadap 88.872, sedangkan keterisian tempat tidur ICU 32% / 2.807 terhadap 8.789. “Itu tetap sangat jauh terhadap bawah jumlah pasien yg dirawat sementara puncak gelombang Delta yg mencapai 93.256 pasien,” ucapnya.
Kendati demikian, lanjut Nadia, strategi Kemenkes buat menurunkan kasus Covid-19 bersama menguatkan fasilitas layanan kesehatan mulai terhadap hulu sampai hilir. Sementara itu, angka positivity rate termasuk terjadi penurunan dalam 1 minggu terakhir, kelihatan angka positivity rate bersama cara nasional mulai melandai. Saat ini positivity rate nasional berada terhadap angka 17,7%.
Sementara itu, positivity rate terhadap provinsi terhadap Jawa-Bali dalam periode 13-19 Februari 2022 mulai menyatakan penurunan, terhadap antaranya;
Banten terhadap 27,4% turun membuat jadi 23,1%
Bali terhadap i 18,2%, turun membuat jadi 11,2%
DKI Jakarta terhadap 22% turun membuat jadi 17,8%
Jawa Barat terhadap 23,7% turun membuat jadi 22,8%
Jawa Tengah terhadap 27,6% turun membuat jadi 26,5%
Jawa Timur terhadap 18% turun membuat jadi 17%.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terhadap 21,5% meningkat membuat jadi 23,3%.
“Jadi kami mampu melihat beberapa minggu ini terutama terhadap Jawa-Bali merupakan penyumbang kasus 60%-70% kasus konfirmasi nasional kelihatan penurunan daripada angka positivity rate,” ucapnya.
Selanjutnya, daripada provinsi terhadap Jawa & Bali, ada Papua, Lampung, Sulawesi Selatan & Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, & Sumatera Selatan merupakan beberapa provinsi telah mulai menyatakan penurunan kasus baru setelah kasus harian sebelumnya udah melewati kasus puncak Delta.
Meski begitu, Nadia menegaskan semua daerah belum pernah mencapai tingkat perawatan pasien layaknya sementara puncak Delta thn 2021 lalu.
“Kami memiliki harapan perihal ini tetap berlangsung seterusnya agak perihal ini tetap didukung oleh upaya kami bersama buat tetap menerapkan protokol kesehatan bersama ketat serta mengikuti program vaksinasi,” ucapnya.
Sumber : Beritasatu.com